Senin, 22 April 2013

Benarkah Sai Baba Avatara ?


Pernyataan : 

APA BENAR SAI BABA ITU AVATARA ?

Tanggapan :



Polemik tentang apakah seseorang bisa dianggap Avatara atau bukan memang menjadi permasalahan klasik yang seakan tidak pernah berhenti. Pada jaman Dvapara, ada seseorang yang mengaku-aku perwujudan Sri Krishna sebagai Pandurangga, tapi kepalsuan itu segera diakhiri karena tindak tanduknya tidak jelas mencirikan ia sebagai utusan apalagi Tuhan itu sendiri. Di jaman Kali ini juga banyak ada orang yang mengklaim diri sebagai utusan Tuhan atau Tuhan yang telah menjelmakan diri (ber-Avatara) tapi buntut-buntunya hanya usaha untuk mengumpulkan pengikut, memperoleh ketenaran, dan dipuja, serta hidup dalam kemewahan. Misi kemunculan avatara sama sekali tidak jelas dilakukannya. Hal serupa juga banyak terjadi dalam keyakinan agama lain, seperti saat ada orang yang mengaku sebagai titisan Malaikat jibril, mengaku sebagai penjelmaan Yesus, atau Bunda Maria, Mengaku penjelmaan dewa Shiva, dewi Kwan im, atau bahkan sang Budha sendiri. Oleh karena itulah umat seharusnya cerdas dan tahu isi kitab agamanya masing-masing agar tidak terjadi pembodohan.

Dalam susastra hindu sendiri seperti misalnya dalam Bhavisya Purana, banyak dijelaskan tentang ciri-ciri dari kemunculan Tuhan di bhumi baik itu yang telah mewujud atau yang akan hadir selanjutnya.

     Dari pelajaran formal di sekolah, kita mungkin hanya mengenal 10 jenis awatara yang lebih dikenal dengan nama “Dasa Leela Avatara” dimana disebutkan bahwa awatara terakhir yang akan datang setelah kemunculan Budha Gautama adalah Kalki avatara. Umat hindu di bali jarang yang mengetahui bahwa di jaman Kali ini Tuhan sudah permah menjelmakan diri sebagai Sri Krishna Chaitanya ataupun saat kemunculan dewa Shiva sebagai Sri Sankaracharya. Masyarakat umum jarang yang mengetahui bahwasannya masih ada pengklasifikasian dari beberapa Avatara seperti misalnya Guna Avatara (Brahma, Vishnu, dan Shiva) sebagai penguasa dari ketiga Guna ; Sattvam, Rajas, dan Tamas.  Selain itu adapula yang dikenal dengan Poorna Avatara (Sri Krishna ) Vamsa Avatara (Sri Rama); Yuga Avatara; dan Saktyasha Avatara (Kapila, Vyasa dewa, Yesus)
Disamping itu, ciri-ciri umum seorang avatara bisa juga dilihat dari apakah Ia bisa menunjukkan Ke-Ilahianya seperti yang diuraikan dalam Asta Aisvarya yakni :
1.   Ia dalam kehidupannya tidak pernah tercela, selalu dimuliakan dan dipuja oleh jutaan manusia tanpa mengenal perbedaan suku, agama, ras, ataupun budaya. Karena beliau menganggap semua adalah anak-anaknya yang harus mendapat curahan kasih sayang yang sama. Ia bebas dari perasaan suka dan tidak suka.
2.   Kerti (kemakmuran). Pribadi semacam itu tidak pernah merasa kurang dan selalu berpuas diri (atmarama), kedatangannya adalah untuk memberi dan bukan untuk mengumpulkan hal-hal material dari pengikutnya.
3.   Jnana (kebijaksanaan), Ia mengetahui secara pasti tentang masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang dari setiap mahluk hidup
4.   Vairagya (tanpa keterikatan) ia akan bebas dari segala bentuk keterikatan yang berhubungan dengan badan. Hidupnya adalah untuk seluruh isi alam bukan sebatas keluarga atau kelompok pemuja saja.
5.   Sristhi (mempunyai kemampuan untuk menciptakan)
6.   Stithi (kemampuan untuk mempertahankan atau memelihara apa saja yang dikehendakinya. Misalnya menyelamatkan orang yang seharusnya sudah mati, atau dapat memanggil kembali jiwa yang akan berangkat ke akhirat untuk tetap meneruskan tugasnya di bhumi dalam beberapa waktu)
7. Laya (pemusnah) kehadirannya akan dapat memperingan bahkan memusnahkan reaksi dosa dari orang-orang yang berserah diri kepadanya.

Sri Krishna sebagai Poorna Avatara yang muncul dengan segala keutamaan-Nya menyabdakan dalam Bhagavad Gita IV:8 bahwa misi utama kehadiran Avatara adalah 1) Melindungi para penyembah Tuhan (Bhakta Raksaka) 2. Menegakkan kembali prinsip-prinsip Dharma (Dharma Raksaka) 3. Melindungi orang-orang suci yang mengabdikan hidupnya untuk ketentraman alam semesta (Sadhu poshana) 4. Melindungi Veda – sebagai Intisari dari semua ajaran agama (Veda Poshana)

Berdasarkan hal ini pastinya semua orang akan dapat menilai dan menyimpulkan sendiri (tentunya akan lebih bijaksana jika kita melakukan penyelidikan secara langsung terlebih dahulu untuk menentukan sebuah kebenaran sebelum akhirnya berkesimpulan apakah Bhagavan Sri Sathya Sai Baba itu avatara atau bukan. Apakah beliau mau dikatagorikan sebagai Yuga Avatara, Saktyasa Avatara, Sad guru agung, Brahmajnani, Maharsi, atau bahkan hanya manusia biasa. Namun sebagai apapun kita menempatkan beliau, Bhagavan tentu tidak akan terpengaruh karena penilaian apapun adalah wajar-wajar saja tergantung dari keyakinan seseorang seperti juga rahmat yang akan kita peroleh akan sangat bergantung juga kepada sejauh mana seseorang meyakini dan menyerahkan diri mereka pada kehendak beliau.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar