Tuhan mengatakan
dalam Gita, "Siapa yang terus menerus mengingat Aku, sangat Kucintai.
Karena itu, ingatlah Aku selalu. Persembahkan kepada-Ku pikiran dan akal
budimu. Serahkanlah segala-galanya kepada-Ku. Maka engkau pasti akan mencapai
Aku."
Dalam Gita
telah dikatakan bahwa suka duka, panas dingin, untung rugi, kritik dan pujian,
harus dihadapi dengan pikiran yang seimbang. Keseimbangan pikiran ini adalah
salah satu dari 64 sifat seorang pengabdi. Sangat sulit mengetahui apakah
seorang pengabdi mempunyai ke-64 sifat. ini. Tetapi mereka menyatu dan dapat
dikelompokkan menjadi dua sifat utama: abhyasa 'pengamalan
terus menerus' dan wairagya 'pengunduran diri atau
ketidakterikatan'. Pengamalan merupakan gabungan dari tiga jenis tapa atau mati
raga. Yaitu tapa jasmani, tapa mental, dan tapa ucapan. Pengunduran diri
berarti mengenal cacat cela benda, dan hidup tanpa keterikatan pada benda-benda
itu, dengan kata lain, hidup sebagai saksi. Jika engkau dapat menggabungkan
kedua sifat penting ini abhyasa dan wairagya
dalam hidupmu, maka pengalaman spiritual lainnya tidak akan diperlukan lagi.
Jika engkau ingin
mengembangkan kedua sifat ini engkau harus mulai sejak kanak-kanak dan
menggunakan hidup pada masa mudamu dengan cara yang suci dan mulia. Dewasa ini
orang baru melaksanakan kegiatan spiritual setelah mencapai usia tua. Setelah
mereka sepenuhnya menikmati benda-benda yang mewah, dan setelah muak serta
bosan dengan semua kesenangan duniawi, barulah mereka mempertimbangkan untuk
mulai menempuh jalan spiritual. Setelah melewatkan hidup mereka dengan
perkiraan bahwa ada kebahagiaan yang sejati pada objek-objek indera, pada
kehidupan keluarga, pada anak-anak, pada harta kekayaan, dan pada nama serta
kemasyhuran, mereka akan menemui kekecewaan pada hari tua mereka. Mereka akan
menyadari bahwa tidak ada kebenaran pada benda-benda ini dan kedamaian batin
serta kebahagiaan abadi tidak datang dari dunia yang kasat mata atau dari usaha
mengejar objek-objek duniawi. Maka setelah dihantui oleh kekosongan pengalaman
mereka dan senja kehidupan mulai menjelang, mereka mulai melakukan kegiatan
spiritual.

